Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email

BADUY DALAM: KEPALA SUKU, NYAMUK, DAN BINTANG JATUH

Minggu, 08 Juli 2012



Beda perjalanan, beda pula ceritanya

Ini cerita lain tentang Baduy, sebuah suku pedalaman yang mendiami Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten. Cerita ini pun dituturkan oleh teman yang berbeda perjalanan dengan saya saat trip ke Baduy.

Taman saya ini pergi di saat musim panen yang sebenarnya tertutup untuk umum. Lho kok bisa pergi kesana. Ya dikiranya teman saya dan rombongannya ini memang ada keperluan khusus dengan kepala suku, maka bisa diterimalah romongan ini.

Maka di hari Minggu pagi itu berbondong-bondonglah rombongan teman ke tempat kepala suku dengan membawa oleh-oleh, seperti kain kafan, menyan, dan sirih ( yang sebelumnya sudah diberitahu kalau harus membawa ini jika ingin menghadap kepala suku). Agak horor juga sih, tapi itulah budaya pada masyarakat Baduy Dalam.

Tempat kepala suku agak berbeda dengan rumah-rumah penduduk Baduy dalam lainnya yang berderet. Rumahnya agak menyendiri dan menghadap ke arah yang berbeda. Saya pun melihatnya saat trip kemarin, meskipun pada saat itu hanya bisa melihat dari kejauhan. Karena memang tidak sembarangan orang bisa bertemu dengan kepala suku . Lalu kenapa teman saya bisa, ya itu tadi karena dikiranya ada keperluan khusus. Padaha sih sebenarnya nggak, murni cuma traveling saja.

Gambaran dalam rumahnya itu seperti yang dituturkan teman saya itu, tidak jauh beda dengan rumah-rumah dukun yang ada di TV-tv. Pakaian si dukun… sedangkan di belakan g kepala suku ada sang istri yang sibuk bermain-main dengan kucingnya.

Pertanyaan yang pertama keluar dari mulut sang kepala suku adalah “ Ada keperluan apa?”
Karena memang tidak ada keperluan –keperluan khusus, makanya teman dan rombongannya hanya menjawab semoga mereka selamat dan sehat sampai di rumah nanti. Selesainya pun teman dan rombongan di beri oleh-oleh semacam minyak wangi yang kegunaanya untuk..
Banyak orang yang datang memang ada keperluan khusus, jangan salah artis-artis baru yang ingin terkenal juga sering mendatangi kepala suku di Baduy dalam ini, rela berjalan belasan kilometer hanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tidak hanya itu beberapa nama politisi juga tersebut pernah menemui kepala suku Baduy dalam ini.

Kalau kalian sudah pernah menginap semalam saja di Baduy dalam perhatikan deh nyaris tidak ada nyamuk disana. Iya juga ya saya jadi mengingat-ingat ketika teman menanyakan pertanyaan itu. Tidak ada nyamuk, apalagi kecoa di rumah-rumah suku baduy. Dan kali tempat kami buang air pun bersih tidak ada hewan-hewan yang menjijikan.

Kenapa begitu, jawabannya adalah bahwa penduduk Baduy Dalam mengumpulkan hewan-hewan tersebut di satu tempat. Bagimana caranya? Tidak tahu J  Bahkan setan pun ditempatkan di satu tempat sehingga tidak berkeliaran. Jadi penduduk baduy tidak pernah melihat wujud yang namanya setan seperti kuntilanak, pocong,dan genderuwo , apalagi suster ngesot dan suster keramas.

Makannya kalau kita menemukan sign dilarang masuk, ya lebih baik patuh pada larangan itu karena mungkin disitulah letak setan-setan, nyamuk, kecoa, dll dikumpulkan.

Dan yang menarik lagi jika berkunjung ke Baduy Dalam, bangunlah pada jam 3 dini hari. Kemudian keluar rumah dan menengadahlah.  Akan ada pemandangan spektakuler, yaitu bintang jatuh .  Bayangkanlah adegan seperti di drama Meteor Garden.
Seperti apa rasanya heheh tidak bsa difoto karena Baduy dalam terlarang untuk hal-hal seperti itu,, Jika ingin merasakan sensasinya datang saja ke perkampunan Baduy Dalam, desa Kanekes….


0 komentar:

 
Copyright © -2012 Alamat Senja All Rights Reserved | Template Design by Favorite Blogger Templates | Blogger Tips and Tricks