Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email

Cave Tubing Kalisuci, Exploring Perut Bumi

Selasa, 12 Februari 2013

Apa pula itu cave tubing. Dalam Istilah per-adventuran, cave/caving adalah menyusuri goa, dan tubing, hapir sama dengan rafting yaitu menyusuri sungai tapi tidak beramai-ramai melainkan sendirian, dengan alat bantu ban dalam. Jadi cave tubing adalah menyusuri goa yang terdapat aliran sungai bawah tanahnya dengan menggunakan ban dalam.


Adalah sebuah goa yang bernama Kalisuci yang terletak di Desa Pacarejo Kecamatan Semanu sekitar 7 kilometer ke arah Timur kota Wonosari. Disebut Kalisuci karena terdapat mata air di sebelah atas sungai yang juga bernama Kalisuci. Di goa inilah kita bisa melakukan cave tubing.


Lumayan siang kami (teman-teman baru dari Jakarta, Bandung, Bogor, Lampung, Surabaya) sampai di desa Pacarejo tersebut, rumah-rumah sederhana khas yogja pun memberikan penyambutan. Tumpukan ban dalam mewarnai pandangan saya selanjutnya. Agak ngeri juga sih membayangkan menyusuri sungai bawah tanah dan sendirian pula, rafting aja yang satu perahu bisa diisi berempat saja lumayan takut awalnya, apalagi ini.
Dengan membawa ban dalam tersebut sendiri-sendiri, kami pun berjalan menuju goa Kalisuci tersebut, begitu melihat aliran air di bawah kami, langsug timbul hasrat untuk meloncat. Sebenarnya tidak pernah ada acara terjun bebas dulu ke dalam air, tapi karena melihat antusias kami maka guidenya pun mempersilahkan dengan sebelumnya mencoba dulu, apakah di bawah sana aman untuk kami terjun dari atas. Setelah dipastikan aman, terjunlah satu persatu. Ketinggiannya sih lebih pendek hanya 3 meter, tapi masih bisa membuat dengkul saya ngilu untuk meloncat.
Semuanya sudah masuk ke dalam air, saatnyalah kami menelusuri sungai di dalam perut bumi ini. Kami pun masuk ke dalam goa, gelap menyelimuti kami, hanya dibantu penerangan dari senter guide nya. Ada stalagtit dan stalagmite yang terbentuk, rasanya saya butuh peneliti dari discover chanel untuk memberitahu bagaimana pemandangan ini bisa terbentuk dengan analisa ilmiahnya, bisa jadi ilmu pengetahuan baru. Sayangnya tidak ada, guidenya pun sibuk menjaga kami agar tetap dalam satu barisan. 




Ban dalam yang saya naiki melaju dengan tenang mengikuti aliran sungai yang memang tenang, saya baru tahu kenapa kita bisa sendirian menyusri arus sungai ini, karena alirannya tenang jadi aman. Ketika sampai pada sebuah tebing masih di dalam goa, kami dipersilahkan untuk menaiki tebing itu kalau mau, lho kenapa tidak mau pasti seru. Dan memang benar seru, gaya deh sok pemanjat tebin, turunnya kami pun meloncat lagi ke dalam air, sangat menguji nyali.





Sekitar 1 jam lebih, kami tiba di penghujung goa, matahari tampak lagi dengan senyumannya. Penyusuran goa sepanjang 500 m selesai (lebih panjang dari goa pindul) . Tapi tidak selesai petualangannya sampai sini, karena kita harus mencapai daratan lagi dengan memanjat tanah yang kemiringannya lumayan, jadi ingat komentar rombongan yang sebelumnya, “ Tubingnya sih tidak sulit, tapi yang sulit itu ketika harus mencapai daratan kembali.”

Hosh..hosh… hosh.

Kalau ada yang ingin ke tempat wisata ini bisa membuat janji di kalisucicavetubing.blogspot.com

Note: Agak lumayan mengganggu kesenangan ketika akan keluar dari areal kalisuci, ada seorang ibu yang meminta biaya parker dengan sedikit memaksa dan marah-marah, yang kemudian kami berikan Rp 20ribu.

Foto: Koleksi Syamsuddin


Di antara Gua Glatikan dan Gelung terdapat batu gajah yang besar. Tepat di depannya terdapat kali pemisah yang lebar dan dalam

4 komentar:

alan mengatakan...

seru nih mba ceritanya..

kalimat plg akhir memang amat disayangkan ya

Nuansa Biru mengatakan...

makasih alan, yuk mau ke goa mana lagi? heh

buBbLeGoeM mengatakan...

Aku udah duluan kesitu hahahha, foto2nya kok mirip yah?

Nuansa Biru mengatakan...

jangan-jangan kita waktu itu memang barengan gum, cuma belum kenal n nggak negor, hehehe

 
Copyright © -2012 Alamat Senja All Rights Reserved | Template Design by Favorite Blogger Templates | Blogger Tips and Tricks