Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email

Kenapa Makassar?

Senin, 06 Februari 2012


Hemmm, kalau mendengar kata Makassar, pasti yang terlintas adalah kota Demo.. hehehe karena itulah yang kita sering dengar di barita-berita. Kerusuhan dan aksi anarkis sering terjadi disana.

Tapi ternyata Makassar menyimpan banyak pesona yang kita orang Indonesia pun mungkin belum tahu (selain penduduk lokal), termasuk saya yang juga baru tahu setelah membaca bukunya Pandji Pragiwaksono yang judulnya NASIONAL IS ME.

Dan inilah penggalannya>

Makassar, menyimpan banyak potensi yang kereen. See, pansaran kan.
Pertama-tama, Bandar Udara Hasanuddin keren abis, salah satu bandara terbaik di Indonesia.
Kedua, yangmenarik dari kota Makassar adalah fakta bahwa kotanya tidak besar. Artinya, wisatawan tidak perlu berlibur terlalu lama untuk bisa menikmati semua titik Makassar.
Bahkan, Makassar juga punya pantai-pantai indah! Pulau Samalona sampai hari ini masih terngian-ngiang di benak saya. Pantai Samalona adalah salah satu pantai terindah Indonesia yang tidak banyak diketahui orang. Perlu digaris bawahi di tidak banyak diketahui orang.
Pulaunya kecil, pasirnya putih, haluuuuus sekali. Pohon-pohon yang kering di area pantai juga ikut putih warnanya member aksen menarik sepanjang perjalanan berkeliling pantai. Airnya juga jerniih sekali. Pamtai itu tepat untuk main air, entah untuk snorkeling.
Saya enggan meninggalkan pulau yang jauhnya sekitar 15 menit dari Makassar dan bahkan senang berlama-lama di pinggir pantai. Hanya berdiri, mendengarkan music, membiarkan tubuh saya diterpa angin, sambil menatap kearah lautan.
Damai sekali rasanya, sampai ada bapakbapak Jepang telanjang bulat jalan-jalan keliling pantai di depan saya…..
Kalau mau ke Samalona, Anda pergi ke fort Rotterdam. Biasanya ada banyak bapak-bapak yang akan menawarkan perjalanan ke pulaupulau terdekat dengan perahu motornya.
Ternyata tidak hanya Samalona yang indah, nih Pandji juga menulis.
Pantai di Tanah Beru juga gilagilaan indahnya, lihat bagaimana saking jernihnya laut dan cerahnya langit, seakan tidak ada garis horizon yang membatasi langit dan laut.

Mupeng kan, jadi Tanah Beru ini tempat kapal Pinisi dibuat. Kapal yang membuktikan kalau nenek moyangku itu seorang pelaut. 

So, salah satu destinasiku adalah Makassar, selain alas an itu juga karena salah satu sahabat saya ada yang tinggal di Makassar :)

Dan akhirnya takdir pun berbicara, hehehehe. Akhirnya saya dapat tiket ke Makasar melalui Surabaya only 170 rb rupiah, yang sebelum-sebelumya kalau saya browsing harganya pernah mencapai 1 jutaan. Hemmm

Rasanya sudah tidak sabar untuk mengunjungi kota panas nan indah itu, dan segera membuat tulisan dari mata dan telinga sendiri, apa yang aku lihat dan aku rasakan, sambil menyantap sate kuda khas Makassar yang katanya enak :)

0 komentar:

 
Copyright © -2012 Alamat Senja All Rights Reserved | Template Design by Favorite Blogger Templates | Blogger Tips and Tricks