Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email

Pelajaran dari Zaman Megalithikum di Indonesia

Selasa, 24 September 2013


Tujuan trip saya selanjutnya adalah Gunung Kidul, sebuah kabupaten di D.I. Yogyakarta. Saya sudah pernah kesana sebelumnya dan komentar saya saat itu adalah Bali ada di tempat itu, karena Gunung Kidul memiliki pantai yang indah seperti di Bali.

Dan yang menarik saya untuk ke Gunung Kidul kembali adalah adanya situs manusia purba disana, yang terkenal dengan nama Situs Megalithikum Sokoliman. Takut tidak ada juru kunci yang menjelaskan apa yang ada disana sehingga saya hanya menemukan batu-batu yang tidak berarti, maka saya mencari-cari info tentang kehidupan manusia purba, dan saya mendapatkannya dari buku kelas 7 SMP. Jadi saya pinjam saja buku itu dari Delvin yang sekolah di SMP Al-Azhar Rawamangun. Meskipun heran, dipinjami juga saya buku yang menurutnya tidak menarik. Saya juga menganggap buku sejarah tida menarik waktu seusia Delvin, tapi sekarang buku sejarah adalah gudang informasi dari setiap tempat bersejarah yang saya datangi di Indonesia.

“Zaman Megalithikum atau zaman batu besar, ditandai dengan adanya kepandaian membuat perkakas-perkakas yang terbuat dari batu besar atau batu utuh.” Demikianlah sepenggal tulisan yang ada di buku Sejarah dari penerbit Yudhistira.

Para ahli membagi zaman prasejarah menjadi 5 zaman, yaitu: zaman Paleolitikum (batu tua), Mesolitikum (batu tengah), Neolithikum (batu baru), Megalithikum (batu besar), zaman logam (perunggu dan besi). Perbedaan dari setiap zaman adalah bentuk perkakas yang dihasilkan dari mulai yang masih kasar kemudian sudah halus dan terakhir sudah mampu membuat benda dari logam.

Jadi zaman Megalithikum adalah zaman praaksara di Indonesia yang diperkirakan terjadi 1,9 juta tahun yang lalu, muncul pada masa bercocok tanam dan beternak, sehingga perkakas yang dihasilkan juga lebih halus untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut, seperti:
1. Kapak perimbas adalah sejenis kapak batu yang digenggam dan tidak bertangkai
2. kapak persegi adalah kapak yang berbentuk persegi
3. Kapak lonjong adalah kapak yang berbentuk lonjong
4. Alat serpih adalah perkakas yang dapat digunaan sebagai alat penusuk, gurdi, dan pisau.

Selain perkakas, ada juga peralatan yang dibuat sebagai sarana untuk mendukung kepercayaan mereka yang saat itu masih Animisme dan Dinamisme, benda-benda tersebut adalah:
1. Menhir, adalah tugu batu yang diletakkan dengan sengaja di suatu tempat untuk memperingati dan tempat memuja roh nenek moyang. Menhir ditemukan antara lain di Dataran Tinggi Pasemah (Sumatra Selatan), Kosala, Lebakbedung (Banten), dan Lembah Leles (Garut).

Menhir

2. Dolmen, bangunan semacam meja dari batu yang berkaki batu utuh dan digunakan untuk pemujaan roh dan tempat sesajian. Daerah tempat ditemukannya dolmen antara lain, Batu Cawang, Tegurwangi, dan Pagerdewa (di Sumatra Selatan).
3. Sarkofagus, adalah tempat jenazah yang terbuat dari dua batu besar dan ditangkupkan. Bali dan Sumbawa Barat merupakan tempat ditemukannya sarkofagus.
4. Peti kubur batu adalah peti mayat yang dibentuk dari empat atau lebih papan batu. Peti kubur batu antara lain ditemukan di Tegurwangi (Sumatra Selatan), Cibuntu (Jawa Barat), dan Gunung Kidul (Jawa Tengah).
5. Waruga, adalah peti kubur batu dalam ukuran yang kecil. Banyak ditemukan di Minahasa.
6. Punden Berundak, adalah bangunan berupa susunan batu yang berundag-undag yang biasanya terdiri dari tujuh undak, yang digunakan untuk kegiatan pemujaan terhadap roh nenek moyang. Bangunan ini, antara lain ditemukan di Cisolok (Skabumi), dan Ende (Nusa Tenggara Timur).
7. Arca batu, adalah patung yang terbuat dari batu yang dipahat menyerupai bentuk manusia dan binatang. Arca-arca Megalitikum banyak ditemukan di Sumatra Selatan, yang menggambarkan manusia, gajak, harimau, babi, rusa, dan kera.

Lumayan info yang saya dapat dan selanjutnya tinggal melihatnya langsung di Gunung Kidul :)


2 komentar:

alan nobita mengatakan...

selalu penasaran sama peninggalan2 pra sejarah kayak gitu :)

Nuansa Biru mengatakan...

iya lan, menurutku peninggalan sejarah itu keren... di gukid kan banyak, udah kemana aja?

 
Copyright © -2012 Alamat Senja All Rights Reserved | Template Design by Favorite Blogger Templates | Blogger Tips and Tricks